JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menilai bergabungnya Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ke dalam pemerintahan tidak akan membuat gerakan buruh menjadi lemah. Sebaliknya, kehadiran tokoh buruh di lingkungan pemerintahan dinilai dapat memberikan perspektif baru serta menghadirkan berbagai gagasan kreatif dalam perumusan kebijakan.
Menurut Dasco, keterlibatan perwakilan kelompok pekerja dalam pemerintahan dapat menjadi jembatan komunikasi yang lebih efektif antara pemerintah dan kalangan buruh. Dengan demikian, berbagai aspirasi yang selama ini berkembang di kalangan pekerja dapat disampaikan secara langsung dalam proses pengambilan keputusan.
Ia menegaskan bahwa keberadaan tokoh serikat pekerja di pemerintahan tidak serta-merta menghilangkan fungsi kritis organisasi buruh. Peran tersebut justru dapat memperkuat kolaborasi dalam mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan yang dihadapi masyarakat.
Dasco juga menilai pengalaman panjang di dunia serikat pekerja menjadi modal penting dalam memberikan masukan terkait perlindungan tenaga kerja, peningkatan kesejahteraan buruh, hingga penguatan daya saing sektor ketenagakerjaan nasional. Oleh karena itu, kontribusi yang diberikan diharapkan mampu memperkaya proses penyusunan kebijakan publik.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pihak untuk melihat keterlibatan unsur buruh dalam pemerintahan sebagai bagian dari upaya membangun dialog yang lebih konstruktif. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, pekerja, dan dunia usaha diperlukan untuk menciptakan hubungan industrial yang sehat dan berkelanjutan.
Pemerintah diharapkan dapat memanfaatkan berbagai masukan dari kalangan pekerja dalam merumuskan kebijakan yang berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai tantangan di sektor ketenagakerjaan diyakini dapat dihadapi secara lebih efektif dan produktif.
