JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendeklarasikan inisiatif Digital Ecosystem Acceleration & Linkage (DEAL) 2026 sebagai upaya mempercepat pembentukan ekosistem digital nasional yang inklusif dan berbasis gotong royong. Program ini dirancang untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan masyarakat.
Komdigi menegaskan bahwa transformasi digital tidak dapat berjalan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata. Melalui DEAL 2026, pemerintah ingin mendorong integrasi berbagai inisiatif digital yang selama ini berjalan terpisah menjadi lebih terhubung dan terarah.
Program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat daya saing ekonomi digital Indonesia di tingkat global. Dengan ekosistem yang lebih solid, diharapkan inovasi teknologi dapat berkembang lebih cepat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain aspek ekonomi, DEAL 2026 juga menekankan pentingnya peningkatan literasi digital masyarakat. Pemerintah menilai kemampuan masyarakat dalam memanfaatkan teknologi secara aman dan produktif menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem digital yang berkelanjutan.
Komdigi menyebutkan bahwa pendekatan gotong royong menjadi prinsip utama dalam implementasi program ini. Setiap pemangku kepentingan diharapkan dapat berperan aktif sesuai kapasitasnya, baik dalam pengembangan infrastruktur, inovasi layanan, maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Dengan deklarasi ini, pemerintah berharap percepatan transformasi digital nasional dapat berjalan lebih terarah, inklusif, dan berkelanjutan, serta memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di seluruh Indonesia.
