PANDEGLANG — Sorotan terhadap keberadaan dan aktivitas PKBM Jaya Mekar di Desa Wirasinga, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang, Banten, belum berakhir.
Setelah sejumlah pertanyaan terkait aktivitas pembelajaran, data peserta didik, tenaga pendidik, lokasi kegiatan hingga administrasi lembaga disampaikan kepada pihak PKBM, belum terlihat adanya penjelasan terbuka yang menjawab secara substantif seluruh pertanyaan tersebut.
Kondisi itu membuat GOW-BANTEN meminta instansi yang berwenang tidak hanya mengandalkan data administrasi, tetapi melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan kesesuaian antara data yang tercatat dengan kondisi sebenarnya.
Koordinator II GOW-BANTEN sekaligus Sekjen AWDI DPC Kabupaten Pandeglang, Jaka Somantri, mengatakan pihaknya sengaja memberikan ruang kepada PKBM Jaya Mekar untuk memberikan klarifikasi sebelum informasi tersebut berkembang menjadi kesimpulan sepihak.
“Kami sudah membuka ruang klarifikasi. Pertanyaannya jelas dan bukan pertanyaan yang sulit dijawab apabila memang kegiatan PKBM berjalan sebagaimana mestinya. Kami ingin mengetahui kondisi riilnya, bukan sekadar melihat nama lembaga di atas kertas,” tegas Jaka.
Menurutnya, sejumlah hal mendasar masih membutuhkan penjelasan, mulai dari keberadaan peserta didik, lokasi kegiatan belajar mengajar, jadwal pembelajaran, tenaga pendidik hingga kesesuaian data administrasi dengan kondisi di lapangan.
“Kalau peserta didiknya ada, tunjukkan secara administrasi. Kalau kegiatan belajar mengajar berjalan, jelaskan di mana dan kapan dilaksanakan. Kalau data yang dilaporkan sesuai kondisi riil, tentu tidak ada alasan untuk menghindari klarifikasi,” ujarnya.
Koordinator GOW-BANTEN sekaligus Ketua GWI DPC Kabupaten Pandeglang, Raeynold Kurniawan, menilai persoalan tersebut perlu dilihat secara objektif.
Menurutnya, kontrol sosial terhadap lembaga pendidikan bukan bertujuan mencari kesalahan, tetapi memastikan program pendidikan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat.
“Kami tidak mengatakan bahwa dugaan tersebut benar. Karena itu harus diverifikasi. Tetapi jangan sampai administrasi terlihat lengkap sementara pelaksanaan di lapangan tidak pernah diperiksa secara serius. Pemerintah memiliki kewenangan untuk memastikan hal tersebut,” tegas Raeynold.
Ia meminta instansi terkait melakukan pemeriksaan secara langsung apabila memang terdapat laporan atau informasi mengenai ketidaksesuaian aktivitas lembaga dengan administrasi.
“Datang ke lokasi, periksa kegiatan, cocokkan data peserta didik, tenaga pendidik dan administrasinya. Dengan begitu persoalan menjadi terang dan tidak berkembang menjadi prasangka di tengah masyarakat,” katanya.
Jaka kembali menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan untuk menyudutkan PKBM Jaya Mekar.
Namun, menurutnya, lembaga yang menjalankan kegiatan pendidikan masyarakat harus siap memberikan informasi ketika muncul pertanyaan mengenai pelaksanaan program.
“Kami justru ingin persoalan ini selesai secara terang. Kalau semua sesuai, verifikasi akan membuktikan bahwa informasi yang beredar tidak benar. Tetapi kalau memang ada ketidaksesuaian, pemerintah juga harus mengetahuinya agar dapat dilakukan perbaikan sesuai ketentuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pihaknya tetap memberikan hak jawab kepada pihak PKBM Jaya Mekar.
“Kami persilakan pihak PKBM memberikan klarifikasi, bantahan maupun dokumen pendukung. Kami siap memuat penjelasannya secara berimbang. Tetapi masyarakat juga berhak mendapatkan kepastian mengenai kegiatan pendidikan yang diselenggarakan atas nama PKBM tersebut,” tegas Jaka.
GOW-BANTEN menyatakan akan terus melakukan penelusuran secara proporsional dengan mengedepankan verifikasi, konfirmasi dan keberimbangan pemberitaan.
Perhatian berikutnya diarahkan kepada instansi terkait untuk memastikan apakah aktivitas PKBM Jaya Mekar, data peserta didik, tenaga pendidik, administrasi kelembagaan dan apabila ada bantuan pemerintah yang diterima, benar-benar sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PKBM Jaya Mekar belum memberikan klarifikasi substantif atas seluruh poin yang telah disampaikan. Ruang hak jawab tetap terbuka.
Penulis : Team/red
