PANDEGLANG – Dugaan ketidaksesuaian dalam pengelolaan anggaran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di SDN Surianeun 2, Desa //Surianeun, Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang, mulai menjadi perhatian. Kondisi fisik bangunan sekolah yang dinilai memprihatinkan memunculkan tanda tanya terkait transparansi penggunaan anggaran, khususnya pada sektor sarana dan prasarana.
Berdasarkan hasil pantauan Tim investigasi Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) sejumlah ruang belajar siswa terlihat kurang terawat. Keramik di beberapa ruangan tampak retak, cat dinding mulai pudar, serta plafon di sejumlah titik terlihat bolong. Serta pintu ruangan yang terlihat tak ada tak utuh sehingga ruang kelas terbuka dan berpotensi mengganggu kenyamanan serta keamanan proses belajar mengajar.
Beberapa ruangan juga terlihat menyerupai gudang dan jauh dari kesan representatif sebagai ruang belajar. Kondisi ini dinilai tidak sebanding dengan semangat peningkatan mutu pendidikan yang selama ini digaungkan pemerintah.
Informasi yang dihimpun menyebutkan jumlah siswa di SDN Surianeun 2 mencapai lebih dari 200 orang. Dengan jumlah tersebut, sekolah setiap tahunnya menerima Dana BOS yang semestinya dapat menunjang operasional dan pemeliharaan fasilitas sekolah. Namun, melihat kondisi bangunan yang ada, publik pun mempertanyakan realisasi anggaran, khususnya pada pos perawatan sarana dan prasarana.
Upaya konfirmasi kemudian dilakukan dengan mengkonfirmasi kepala sekolah via pesan WhatsApp.
Pihak kepala sekolah menyampaikan bahwa”Waalaikum salam, sebaiknya kita bicara di sekolah aja pak, supaya langkung jelas dan bisa melihat yg sebenarnya 🙏
Raeynold Kurniawan ketua Gabungannya Wartawan Indonesia (GWI) Pandeglang-Banten.Angkat bicara.” Kami dari GWI akan layangkan surat resmi ke inspektorat dan dinas pendidikan kabupaten Pandeglang, untuk permohonan konferensi pers dan audensi terkait dengan hal tersebut, Agar semua bisa terang benderang dan publik tidak bertanya tanya dan bila nanti terbukti ada penyimpangan kami pastikan akan membuat laporan resmi agar di tindak lanjuti tegasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi terkait rincian penggunaan Dana BOS, khususnya menyangkut pemeliharaan fasilitas sekolah. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi lanjutan kepada pihak sekolah maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang agar informasi yang disampaikan tetap berimbang.
Masyarakat berharap adanya transparansi dan keterbukaan agar pengelolaan Dana BOS benar-benar tepat sasaran, demi kenyamanan dan keselamatan siswa dalam menempuh pendidikan.
Dan pihak media memberikan ruang bagi berbagai pihak yang akan memberikan klarifikasinya terkait dengan hal tersebut
Red
