Pandeglang-Banten—Kondisi memprihatinkan terlihat jelas di SDN BOS SDN Bulagor 1 kecamatan Pagelaran kabupaten Pandeglang .Hasil pantauan tim investigasi GWI (Gabungnya Wartawan Indonesia) DPC Pandeglang menemukan sejumlah kerusakan fisik bangunan yang dinilai tidak mencerminkan adanya pemeliharaan rutin sebagaimana mestinya.
Di beberapa titik, dinding sekolah tampak mengelupas dan retak. Plafon berlubang terlihat jelas di sejumlah dan terlihat jelas cat tembok yang pudar dan kusam pada beberapa titik dan bukan sedikit.Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat.
Padahal, setiap tahun sekolah negeri menerima kucuran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah pusat yang salah satu peruntukannya adalah untuk pemeliharaan sarana dan prasarana.dan pengembangan perpustakaan / Pojok Baca. Fakta di lapangan yang jauh dari kata layak ini memunculkan dugaan adanya ketidaksesuaian antara anggaran yang diterima dengan realisasi penggunaan.
Ketua Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) DPC Kabupaten Pandeglang, Raeynold Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya akan meminta klarifikasi resmi dari kepala sekolah terkait rincian penerimaan dan penggunaan Dana BOS dalam beberapa tahun terakhir khusus nya dari 2024 sampai dengan saat ini 2026 dan terutama untuk pengalokasian perawatan sarana dan prasarana serta pengembangan perpustakaan/Pojok baca.
“Kami menerima informasi dari masyarakat dan setelah dicek di lapangan, kondisi bangunan memang sangat memprihatinkan. Jika Dana BOS rutin diterima, lalu mengapa kondisi sekolah seperti ini? Dan kami juga menemukan kejanggalan terkait pengembangan perpustakaan Ini yang harus dijelaskan secara terbuka,” tegasnya.
Menurutnya, transparansi pengelolaan anggaran merupakan kewajiban setiap lembaga pendidikan, terlebih dana tersebut bersumber dari uang negara. Ia juga menyoroti pentingnya keterbukaan kepada komite sekolah, dewan guru, dan masyarakat agar tidak menimbulkan kecurigaan yang berkepanjangan.
Masyarakat berharap pihak sekolah segera memberikan penjelasan resmi terkait total Dana BOS yang diterima, realisasi penggunaannya, serta alasan belum optimalnya perbaikan sarana yang terlihat rusak. Jika tidak ada klarifikasi terbuka, persoalan ini berpotensi menjadi sorotan lebih luas sebagai bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran publik.
Dan pihak kepala sekolah saat di konfirmasi resmi via pesan WhatsApp oleh GWI akan tetapi sayang pihak kepala sekolah tidak memberikan hak jawab klarifikasinya diduga malah memilih bungkam.
Hingga berita ini diturunkan, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait kondisi tersebut.
Red
